KPSIlogo1
Empati untuk ODGJ

Oleh Iryani Susila Ningsih

Dulu aku berpikir bahwa empati berarti selalu hadir ketika orang lain membutuhkan.

Tetapi semakin aku menjalani hidup, aku menyadari bahwa empati juga berarti memahami ketika seseorang tidak mampu melakukan sesuatu seperti biasanya.

Begitu pula dengan ODGJ.

Mungkin ada hari ketika ia tidak ingin berbicara.

Mungkin ia membatalkan pertemuan.

Mungkin ia memilih diam di rumah.

Mungkin ia terlihat menjauh dari orang lain.

Jangan buru-buru menganggapnya sombong, malas, atau tidak peduli.

Bisa jadi, saat itu ia sedang berusaha menjaga dirinya tetap tenang.

ODGJ juga memiliki perasaan, harapan, keinginan, dan kemampuan untuk berkembang.

Yang kita lihat mungkin hanya satu perilakunya hari ini.

Tetapi kita tidak tahu perjalanan panjang yang sudah ia lalui untuk sampai di hari ini.

Karena itu, mari belajar memberikan ruang tanpa meninggalkan kepedulian.

Tidak semua orang membutuhkan nasihat.

Kadang mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau memahami tanpa menghakimi.

Empati bukan berarti membenarkan semua perilaku.

Empati berarti berusaha memahami manusia di balik perilakunya.

Dan bagi ODGJ, diperlakukan sebagai manusia yang berharga bisa menjadi salah satu hal yang sangat berarti.