- Derita yang dialami seorang dengan gangguan jiwa yang dijemput petugas kesehatan ke rumah untuk mendapatkan perawatan di rumah sakitProses penjemputan oleh petugas medis dan ambulans ke rumah—yang sering kali harus dilakukan saat terjadi krisis atau kekambuhan akut—merupakan salah satu momen paling krusial, traumatis, dan memilukan dalam perjalanan penyakit gangguan jiwa berat. Ada penderitaan spesifik di titik ini yang sangat jarang dipahami oleh orang luar. Bagus Utomo, pegiat kesehatan jiwa, ketua KPSI I. Dari… Read more: Derita yang dialami seorang dengan gangguan jiwa yang dijemput petugas kesehatan ke rumah untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit
- Meruntuhkan Tembok Ruang Isolasi: Mewujudkan Deinstitusionalisasi Kesehatan JiwaBagus Utomo Abstrak Paradigma psikiatri modern menuntut transisi radikal dari model perawatan institusional berbasis Rumah Sakit Jiwa (RSJ) menuju model berbasis komunitas (community-based mental health care). Proses yang dikenal sebagai deinstitusionalisasi ini sering kali menghadapi kegagalan struktural akibat minimnya kesiapan di tingkat layanan primer, kerentanan finansial keluarga pendamping (caregiver), serta lemahnya integrasi regulasi lintas sektoral.… Read more: Meruntuhkan Tembok Ruang Isolasi: Mewujudkan Deinstitusionalisasi Kesehatan Jiwa
- Apa yang harus dilakukan Orang Dengan Skizofrenia (ODS) selain minum obat teratur?Oleh Iryani Susila Ningsih, Penyintas dan pegiat kesehatan jiwa. Selain minum obat secara rutin, orang dengan skizofrenia punya banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kestabilan dan meningkatkan kualitas hidup. Pengobatan yang baik memang biasanya merupakan kombinasi obat + intervensi psikososial + dukungan lingkungan, bukan obat saja. Yang paling penting: 1. Tidur teratur Menjaga jam… Read more: Apa yang harus dilakukan Orang Dengan Skizofrenia (ODS) selain minum obat teratur?
- Bagaimana jika seseorang memiliki penyakit mental sekaligus penyakit fisik?Oleh: Iryani Susila Ningsih, pegiat kesehatan jiwa berdomisili di Riau Memiliki gangguan mental dan penyakit fisik secara bersamaan bukan berarti seseorang harus memilih salah satunya untuk ditangani. Keduanya sama-sama penting. Yang bisa dilakukan: 1. Tetap berobat untuk keduanya Jangan menghentikan obat atau pengobatan sendiri hanya karena sedang fokus pada penyakit yang lain. 2. Sampaikan semua… Read more: Bagaimana jika seseorang memiliki penyakit mental sekaligus penyakit fisik?
- Transformasi Peran Panti Rehabilitasi Mental dalam Era Deinstitusionalisasi: Panduan Komprehensif Arsitektur Layanan Kontinum dan Sistem Hunian InklusifOleh Bagus Utomo 1. Pendahuluan dan Latar Belakang Sejarah 1.1 Genealogi Institusi Total dalam Kesehatan Mental Selama berabad-abad, respons peradaban manusia terhadap gangguan jiwa berat didominasi oleh strategi eksklusi dan pengurungan. Pada abad ke-18 dan ke-19, berdirinya asilum-asilum besar di Eropa dan Amerika Utara menandai era di mana ODGJ diasingkan secara struktural dari masyarakat. Sosiolog… Read more: Transformasi Peran Panti Rehabilitasi Mental dalam Era Deinstitusionalisasi: Panduan Komprehensif Arsitektur Layanan Kontinum dan Sistem Hunian Inklusif
- Ketika aku mencari “dunia” kuKarya: Adi "ito" (Guruh Adi Sasmito) menapak kaki di negeri tuanmengawal asa hingga musim pun datangperkuat hati tuk bertahandiantara kepala yang berkecamuk bukan kepalang ternyata ini bukan sandaranlangit pekat yang mengatakan untuk pulanghamba memang buta "rasa" tapi hamba bukan buta "ingatan"Selongsong peluru kenyataan menusuk pahit duka labirin kesunyian yang menjelang Itu akan membawa matibukan hamba… Read more: Ketika aku mencari “dunia” ku
- Dari Pasien Menjadi Pengambil Kebijakan: Peran Penyintas Skizofrenia dalam Advokasi Layanan Publik di Asia TenggaraBagus Utomo, pegiat kesehatan jiwa KPSIDi sebagian besar sistem kesehatan Asia Tenggara, orang dengan skizofrenia lama diposisikan sebagai objek kebijakan: didiagnosis, dirawat, dipasung, lalu dilupakan. Dalam 10 tahun terakhir, narasi itu mulai retak. Penyintas — orang dengan pengalaman hidup skizofrenia — tidak lagi hanya bercerita di sesi terapi, tapi duduk di meja perumusan kebijakan.