Agus Sila Santosa, Penyinttas dan Pegiat Kesehatan Jiwa di Surakarta
Saya pernah mengalami waham berat yang saya yakini selama lebih dari satu tahun. Bukan sekadar pikiran sesaat, tapi keyakinan kuat yang saya anggap sebagai kebenaran mutlak.
Waktu itu, saya percaya bahwa saya memiliki ilmu gaib yang sangat tinggi, seperti seorang kiai sakti. Saya tidak hanya memendamnya sendiri, tetapi juga mengungkapkan waham ini kepada keluarga dan orang-orang di sekitar saya. Bagi saya saat itu, semuanya terasa sangat nyata.
Saya kemudian dibawa ke panti rehabilitasi jiwa, tempat yang bertujuan untuk membantu saya pulih. Di sana, saya tetap minum obat dari psikiater. Namun, yang saya rasakan justru sebaliknya: waham saya malah terasa semakin kuat dari hari ke hari. Saya mulai berpikir, mungkin kalau saya bisa keluar dari panti, kondisi saya akan membaik.
Menangis Minta Pulang
Suatu saat, keluarga memberi saya kesempatan untuk cuti 3 hari dari panti dan pulang ke rumah. Di rumah, saya menangis lebih dari satu jam sambil memohon agar tidak dimasukkan kembali ke panti. Saya berjanji kepada keluarga, jika nanti saya kambuh lagi, saya siap dimasukkan ke panti meski dengan paksa.
Saya tahu, saya punya pengalaman lebih dari 30 tahun hidup dengan skizofrenia dan rutin minum obat, jadi saya yakin bisa kontrol ke RSJ Solo sendirian dengan bertanggung jawab.
Akhirnya, saya resmi keluar dari panti pada 3 Oktober 2024.
Obat yang Tepat, Hidup yang Stabil
Setelah keluar dari panti, saya kembali kontrol ke RSJ Solo. Psikiater saya saat itu mengganti dan meningkatkan dosis obat. Saya mengikuti semua anjuran dokter. Dan hasilnya luar biasa: sampai hari ini — sudah 10 bulan — saya hidup dalam kondisi stabil dan tanpa waham lagi.
Saya tetap rutin kontrol dan minum obat. Saya beraktivitas, jalan kaki, dan menjalani hidup secara mandiri. Saya merasa lebih nyaman di luar panti, dengan kontrol medis yang tepat dan dukungan keluarga yang realistis.
Yang Saya Pelajari
Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa:
Waham bisa pulih asalkan ditangani dengan tepat
Obat yang sesuai sangat penting
Lingkungan yang memberikan rasa aman dan dihargai sangat membantu
Kesadaran diri dan komitmen untuk sembuh adalah kunci utama
Saya tidak ingin orang lain mengalami penderitaan yang sama seperti saya dulu. Karena itu, saya ingin berkata kepada teman-teman sesama penyintas:
"Jangan pernah menyerah pada keadaan. Kamu bukan gangguanmu. Dengan pengobatan yang tepat, dukungan, dan kesungguhan, kita bisa pulih."
Saya juga berterima kasih kepada keluarga saya yang tetap hadir, walau mungkin dulu bingung menghadapi saya. Terima kasih kepada para psikiater, dan kepada diri saya sendiri yang tidak menyerah.
Salam Sehat Jiwa