Skizofrenia adalah gangguan kesehatan mental yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan mempersepsikan realitas.
Ini bukan kepribadian ganda seperti yang sering disalahpahami. Orang dengan skizofrenia kesulitan membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak pada saat gejala sedang aktif, sehingga pikiran, emosi, dan perilakunya bisa terlihat tidak terhubung.
Gejala utama
Gejala biasanya muncul di akhir remaja sampai awal 30-an, dan dibagi menjadi 3 kelompok:
- Gejala positif - sesuatu yang muncul dan seharusnya tidak ada:
- Halusinasi: mendengar suara, melihat atau merasakan sesuatu yang orang lain tidak alami. Yang paling sering adalah halusinasi pendengaran. • Waham / delusi: keyakinan yang kuat dan tidak sesuai kenyataan, misalnya merasa diikuti, dikendalikan, atau memiliki kekuatan khusus. • Pikiran tidak teratur: bicara melompat-lompat, sulit fokus, membuat kalimat yang sulit dipahami orang lain.
- Gejala negatif - sesuatu yang hilang dari fungsi normal:
- Ekspresi emosi datar, kontak mata berkurang • Kehilangan motivasi dan minat, tidak ingin bersosialisasi • Sulit merasakan senang, sulit memulai dan menyelesaikan aktivitas • Bicara jadi sangat sedikit
- Gejala kognitif:
- Sulit berkonsentrasi, mengingat, dan mengambil keputusan • Sulit memahami informasi baru dan menggunakannya
Untuk didiagnosis skizofrenia, gejala-gejala ini harus berlangsung minimal 6 bulan dan mengganggu fungsi kerja, kuliah, atau hubungan sosial.
Apa penyebabnya?
Tidak ada satu penyebab tunggal. Ini kombinasi dari: - Faktor biologis: ketidakseimbangan zat kimia otak, terutama dopamin dan glutamat, serta struktur otak yang sedikit berbeda • Faktor genetik: risiko lebih tinggi jika ada keluarga inti yang memiliki skizofrenia, tapi bukan berarti pasti menurun • Faktor lingkungan: stres berat yang berkepanjangan, trauma masa kecil, infeksi saat dalam kandungan, atau penggunaan zat tertentu seperti ganja di usia remaja pada orang yang rentan Bagaimana penanganannya?
Skizofrenia adalah kondisi yang bisa dikelola, bukan akhir dari segalanya. Semakin cepat ditangani, hasilnya biasanya semakin baik.
Penanganan umumnya kombinasi dari:
- Obat antipsikotik untuk mengurangi gejala halusinasi dan waham 2. Psikoterapi dan rehabilitasi psikososial: terapi perilaku kognitif untuk skizofrenia, latihan keterampilan sosial, dan dukungan untuk kembali bekerja atau sekolah 3. Dukungan keluarga: keluarga yang memahami kondisinya sangat membantu proses pemulihan 4. Gaya hidup teratur: tidur cukup, menghindari alkohol dan narkoba, mengelola stres
Banyak orang dengan skizofrenia yang dengan pengobatan yang konsisten bisa bekerja, berkeluarga, dan menjalani hidup yang produktif.
Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami gejala seperti mendengar suara-suara, punya keyakinan yang membuat takut, atau menarik diri total selama berminggu-minggu, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi ke psikiater, psikolog, atau puskesmas terdekat. Di Indonesia kamu juga bisa menghubungi layanan darurat 119 ext 8 untuk bantuan krisis kesehatan jiwa.
Sumber: Meta AI