Categories: Apa itu Skizofrenia Stigma

Penting bagi keluarga untuk memahami hal ini agar bisa mendampingi ODGJ dengan baik.

- Anosognosia, dampak kerusakan otak sehingga dia nggak sadar dirinya sakit dan sudah mengalami perubahan pikir, emosi dan perilaku. Nggak menyadari dirinya sudah terhanyut oleh gejala gangguan jiwa

- Mengalami efek samping obat yg tidak nyaman di awal pengobatan. Atau efek lanjutan misalnya kejang, mata kebalik, terganggu haidnya.

- Waham merasa takut mati kalau minum obat dari psikiater

- Karena stigma gila

- Karena stigma pada obat2an psikiatri yang selalu dibilang obat kimia merusak ginjal dan liver, bikin kecanduan dan ketergantungan. Padahal itu cuma akibat prasangka dan kurang pengetahuan.

- Stigma pada profesi psikolog dan psikiater,

- Stigma pada RS Jiwa.

- Karena waham curiga takut mau diracun

- Karena gejala mania, merasa dirinya sangat sehat sehingga nggak mau berobat atau nggak mau minum obat

- Karena waham keagamaan, merasa bahwa gangguan jiwa solusinya adalah mendekatkan diri pada Tuhan, belajar agama, minta dimasukkan ke pesantren. Stigma lemah iman dkk.

- Kurang edukasi bahwa gangguan jiwa adalah disebabkan oleh gangguan otak yg perlu mendapatkan pengobatan dan terapi pendukung lainnya.

- Pengaruh lingkungan yg minimal pengetahuan kesehatan jiwanya sehingga selalu mempermalukan orang yang berobat ke psikiater, ke RS Jiwa, dan...

- Minum obat psikiatri dianggap suatu kelemahan. Dianggap belum sembuh. Dianggap gila.

- Bosan minum obat

- Merasa sudah sembuh jadi nggak butuh minum obat lagi.

- Mengalami efek samping obat syndrom metabolik yg bikin gemuk atau perut buncit sehingga nggak ganteng atau cantik lagi seperti dulu waktu masih langsing.

- Tidak mau dianggap sebagai orang sakit terus oleh keluarga dan lingkungannya

- Sebagai perlawanan terhadap Ortu yang dominan atau otoriter. Dulu sebelum sakit sudah diatur2 dan ditekan oleh ortu. Saat sakit masih ditekan dan dipaksa2 lagi tanpa diajak bicara yg enak agar bisa memahami pentingnya pengobatan.

Selain anosognosia dan efek samping obat yang memang disebabkan oleh sebab biologis otak, sehingga solusinya ya pengobatannya disesuaikan. Sebab yang selebihnya umumnya disebabkan oleh stigma dan kurangnya pengetahuan. Oleh karena itu kita semua bisa mengubahnya dengan edukasi yang seluas2nya kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Baik pada ODGJ dan keluarganya, juga pada masyarakat yang masih sehat. Agar bila ada yang merasa mengalami masalah kesehatan jiwa bisa segera mau konsultasi ke dokter umum di puskesmas, ke perawat kesehatan jiwa, ke psikolog dan psikiater. Gak perlu malu konsultasi ke profesional kesehatan jiwa. Nggak perlu malu atau takut minum obat psikiatri asalkan sesuai petunjuk psikiater.

Apakah sebabnya ODGJ gak mau minum obat?

Categories: Apa itu Skizofrenia Stigma

Penting bagi keluarga untuk memahami hal ini agar bisa mendampingi ODGJ dengan baik.

- Anosognosia, dampak kerusakan otak sehingga dia nggak sadar dirinya sakit dan sudah mengalami perubahan pikir, emosi dan perilaku. Nggak menyadari dirinya sudah terhanyut oleh gejala gangguan jiwa

- Mengalami efek samping obat yg tidak nyaman di awal pengobatan. Atau efek lanjutan misalnya kejang, mata kebalik, terganggu haidnya.

- Waham merasa takut mati kalau minum obat dari psikiater

- Karena stigma gila

- Karena stigma pada obat2an psikiatri yang selalu dibilang obat kimia merusak ginjal dan liver, bikin kecanduan dan ketergantungan. Padahal itu cuma akibat prasangka dan kurang pengetahuan.

- Stigma pada profesi psikolog dan psikiater,

- Stigma pada RS Jiwa.

- Karena waham curiga takut mau diracun

- Karena gejala mania, merasa dirinya sangat sehat sehingga nggak mau berobat atau nggak mau minum obat

- Karena waham keagamaan, merasa bahwa gangguan jiwa solusinya adalah mendekatkan diri pada Tuhan, belajar agama, minta dimasukkan ke pesantren. Stigma lemah iman dkk.

- Kurang edukasi bahwa gangguan jiwa adalah disebabkan oleh gangguan otak yg perlu mendapatkan pengobatan dan terapi pendukung lainnya.

- Pengaruh lingkungan yg minimal pengetahuan kesehatan jiwanya sehingga selalu mempermalukan orang yang berobat ke psikiater, ke RS Jiwa, dan...

- Minum obat psikiatri dianggap suatu kelemahan. Dianggap belum sembuh. Dianggap gila.

- Bosan minum obat

- Merasa sudah sembuh jadi nggak butuh minum obat lagi.

- Mengalami efek samping obat syndrom metabolik yg bikin gemuk atau perut buncit sehingga nggak ganteng atau cantik lagi seperti dulu waktu masih langsing.

- Tidak mau dianggap sebagai orang sakit terus oleh keluarga dan lingkungannya

- Sebagai perlawanan terhadap Ortu yang dominan atau otoriter. Dulu sebelum sakit sudah diatur2 dan ditekan oleh ortu. Saat sakit masih ditekan dan dipaksa2 lagi tanpa diajak bicara yg enak agar bisa memahami pentingnya pengobatan.

Selain anosognosia dan efek samping obat yang memang disebabkan oleh sebab biologis otak, sehingga solusinya ya pengobatannya disesuaikan. Sebab yang selebihnya umumnya disebabkan oleh stigma dan kurangnya pengetahuan. Oleh karena itu kita semua bisa mengubahnya dengan edukasi yang seluas2nya kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Baik pada ODGJ dan keluarganya, juga pada masyarakat yang masih sehat. Agar bila ada yang merasa mengalami masalah kesehatan jiwa bisa segera mau konsultasi ke dokter umum di puskesmas, ke perawat kesehatan jiwa, ke psikolog dan psikiater. Gak perlu malu konsultasi ke profesional kesehatan jiwa. Nggak perlu malu atau takut minum obat psikiatri asalkan sesuai petunjuk psikiater.