Berikut beberapa cara untuk mencegah munculnya masalah kesehatan jiwa:
1. Mengelola Stres
- Teknik relaksasi: Meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam dapat membantu mengurangi stres.
- Aktivitas fisik: Berolahraga secara teratur dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood.
2. Membangun Hubungan Sosial yang Sehat
- Komunikasi yang baik: Membangun komunikasi yang baik dengan keluarga, teman, dan rekan kerja dapat membantu meningkatkan dukungan sosial.
- Jaringan sosial: Membangun jaringan sosial yang luas dapat membantu meningkatkan dukungan dan mengurangi perasaan kesepian. Menjaga hubungan persahabatan. Bergabung ke Komunitas hobi, kegiatan keagamaan, kelompok dukungan kesehatan jiwa, atau melakukan kerja sosial.
3. Mengelola Emosi
- Mengenal emosi: Mengenal dan memahami emosi diri sendiri dapat membantu mengelola emosi dengan lebih baik.
- Ekspresi emosi: Mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat, seperti menulis atau berbicara dengan teman, dapat membantu mengurangi stres. Menulis jurnal atau catatan harian, melukis bermain musik dll
4. Meningkatkan Kualitas Hidup
- Aktivitas yang menyenangkan: Melakukan aktivitas yang menyenangkan dan bermakna dapat membantu meningkatkan mood dan kualitas hidup.
- Tidur yang cukup: Tidur yang cukup dan teratur dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi stres.
5. Mencari Bantuan Profesional
- Konsultasi dengan profesional: Jika mengalami gejala masalah kesehatan jiwa, konsultasi dengan profesional kesehatan jiwa dapat membantu mendapatkan bantuan yang tepat.
Dengan melakukan beberapa cara di atas, kita dapat membantu mencegah munculnya masalah kesehatan jiwa dan meningkatkan kualitas hidup.
Hubungi layanan Healing 119 Kementerian Kesehatan bila kamu membutuhkan curhat.
Ketika ada orang yang menceritakan masalah kesehatan jiwa, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan:
1. Dengarkan dengan empati: Berikan perhatian penuh dan dengarkan ceritanya tanpa menghakimi.
2. Jangan memberikan saran: Hindari memberikan saran atau solusi langsung. Fokus pada mendengarkan dan memahami perasaannya.
3. Validasi perasaannya: Akatakan bahwa kamu memahami bahwa masalahnya serius dan perasaannya valid.
4. Tawarkan dukungan: Beritahu bahwa kamu ada untuk mendukungnya dan siap membantu jika dibutuhkan.
5. Anjurkan mencari bantuan profesional: Sarankan dia untuk mencari bantuan dari ahli kesehatan jiwa, seperti psikolog atau psikiater.
6. Jaga kerahasiaan: Pastikan kamu menjaga kerahasiaan ceritanya dan tidak membagikan informasi tersebut kepada orang lain.
Contoh kalimat yang bisa kamu katakan:
"Terima kasih sudah berbagi cerita dengan aku. Aku ada untuk mendukungmu. Jika kamu butuh bantuan, aku siap membantu.
Di Hari Kesehatan Jiwa tahun 2014 KPSI bersama Menteri Kesehatan dan perwakilan 6 agama dan kementerian agama menandatangani pernyataan untuk bersama2 berjuang menghapus stigma bahwa gangguan jiwa bukan kurang iman bukan santet bukan gangguan supranatural, bukan aib, bukan azab dan sebagainya. Masalah kesehatan jiwa sama seperti penyakit apapun yang bisa dialami oleh siapa saja dan kapan saja sepanjang daur hidup manusia.
Contohnya di masa kanak2 ada permasalahan tumbuh kembang anak seperti autisme, adhd, slow learner, disleksia, epilepsi dan yang cukup serius seperti down syndrome. Kemudian di masa remaja ke dewasa ada masalah berbagai gangguan jiwa, gangguan kepribadian, depresi pasca melahirkan, dll. Di usia lanjut ada masalah demensia, alzheimer dll.
Kearifan para pemuka agama ini telah mengangkat derajat kemanusiaan ODGJ dan keluarganya yang selama ini terpinggirkan di masyarakat menjadi sama seperti orang lain pada umumnya. Dulu dalam pandangan agama yang sempit ODGJ dan keluarganya dianggap kurang iman. Itu penghinaan paling rendah pada kemanusiaan. Sehingga mereka dikucilkan dan terbuang. Kini dengan pandangan agama yang merangkul dan penuh belas kasih, serta menerima fakta2 ilmiah, maka kita semakin memahami bahwa gangguan jiwa sama seperti penyakit apapun. Seorang yg mengalami gangguan jiwa dan keluarganya adalah orang2 yang sedang menderita. Bahkan penderitaaannya seringkali ekstrim. Karena itu mereka perlu diberikan dukungan penuh kasih dari seluruh umat. Agar mendapat penghiburan atas duka derita ini. Dukungan sosial inilah yang justru meringankan beban sehingga mereka tidak berputus asa atas rahmat Alloh. Mereka merasakan bahwa ujian adalah sarana memperkuat silaturahmi antar warga masyarakat, saling menyayangi dan mengasihi antar umat. Tuhan tidak kejam dan bengis penyiksa manusia, karena di balik duka dan derita ada kasih dan pembelajaran sebagai rahmat.
Masalah kesehatan jiwa bisa kita atasi bila kita semua bekerja sama. Dengan kepedulian dan pandangan penuh cinta kasih sajalah nilai2 agama yang mulia bisa menyejukkan hati kita semua.
Mari kita semua sepakat menghapus stigma kurang iman pada gangguan jiwa. Bila kamu tidak bisa dan tidak mau membantu setidaknya diam dan jangan menyakiti. Kami keluarga2 yang terimbas masalah kesehatan jiwa bisa berjuang sendiri kok untuk bangkit. Gak perlu pertolongan kalian yg merasa paling beriman.
Kalian yang mudah menghakimi ODGJ dan keluarganya sadarlah. Kalian bagian dari batu2 besar yang menghalangi kemajuan penanganan masalah kesehatan jiwa di Indonesia. Batu besar atau bahkan tembok baja suatu saat akan kita hancurkan dengan asam garam kehidupan kami!