KPSIlogo1
Sejumlah stigma negatif terhadap orang dengan gangguan jiwa di media sosial

Oleh Bagus Utomo

Stigma negatif terhadap orang dengan gangguan jiwa di media sosial itu paling kuat justru secara visual. Karena otak menangkap gambar jauh lebih cepat dari tulisan. Ini contoh-contoh yang paling sering muncul di Instagram, TikTok, Facebook, dan Threads:

1. Stereotip penampilan "orang gila"

Visual paling umum: rambut acak-acakan, mata melotot, baju robek dan kotor, tertawa sendiri, coretan di wajah. Biasanya dipakai di meme atau filter "jadi gila".

Kenapa ini stigma: Menggeneralisasi semua ODGJ terlihat tidak terawat dan tidak terkontrol, padahal mayoritas gangguan jiwa seperti depresi, ansietas, bipolar tidak terlihat secara fisik.

2. Visual kekerasan dan bahaya

Thumbnail video dengan orang yang dilabeli ODGJ memegang senjata tajam, menyerang orang, dengan teks besar merah "MERESAHKAN!" atau "AWAS ODGJ NGAMUK".

Kenapa ini stigma: Menguatkan mitos bahwa ODGJ = berbahaya dan kriminal. Data menunjukkan mereka justru jauh lebih sering menjadi korban kekerasan daripada pelaku.

3. Visual kekang, pasung, dan rumah sakit menyeramkan

Foto orang diikat, dipasung, dikurung di kerangkeng, atau pakai baju straitjacket. Atau visual RSJ yang gelap, kotor, dengan efek suara horor.

Ini sering dipakai untuk konten prank atau "eksplorasi tempat angker".

4. Meme "Gila" sebagai bahan bercanda

Screenshot chat aneh dikasih caption "temen gue gangguan jiwa"

Video joget tidak biasa dikasih stiker "Sakit Jiwa"

Penggunaan istilah "ODGJ", "gila", "stress", "bipolar" untuk menyebut perilaku yang cuma beda selera atau ceroboh.

5. Filter dan efek komedi TikTok / Reels

Filter yang bikin mata goyang, mulut mencong, efek suara orang berteriak tidak jelas, lalu diberi label "mode skizofrenia", "lagi kambuh", "aura ODGJ".

6. Visual "sebelum-sesudah" yang merendahkan

Foto perbandingan: "sebelum kena gangguan jiwa - cantik/rapi" vs "sesudah - berantakan". Seolah gangguan jiwa otomatis menghancurkan penampilan dan masa depan.

7. Video penghakiman di jalan

Konten merekam orang dengan gangguan di jalanan tanpa izin, ditertawakan, disuruh-suruh, atau diberi tantangan aneh demi views. Wajahnya jelas, tidak di-blur.

Ini adalah pelanggaran etika dan privasi paling serius.

8. Visualisasi isolasi total

Selalu digambarkan sendirian di pojok ruangan gelap, dijauhi semua orang, tidak ada yang peduli. Tidak pernah digambarkan sedang terapi, minum obat teratur, bekerja, atau punya support system.

Dampaknya, orang yang butuh bantuan jadi takut mencari pertolongan karena takut dicap seperti visual-visual di atas.

---

Kalau kamu mau membuat konten tentang kesehatan jiwa yang tidak stigmatizing, ganti visualnya dengan:

Orang biasa dalam konteks sehari-hari: sedang kerja, kuliah, ngobrol, bukan cuma di RS

Visual proses pemulihan: sedang konseling, olahraga, journaling, minum obat sesuai resep

Jangan pakai atribut horor: hindari efek darah, straitjacket, jeruji, font horor

Blur wajah dan minta izin jika merekam orang dalam kondisi rentan

Gunakan ilustrasi netral, bukan karikatur yang melebih-lebihkan ekspresi.