Categories: Apa itu Skizofrenia Stigma

Pertanyaan ini dijawab oleh dokter Lahargo Kembaren SpKj:

Hai, Terima kasih sudah mau bercerita tentang apa yg kamu alami dan rasakan ya. Pertama tama salut untuk kamu yang sudah mau datang ke profesional untuk mendapatkan pertolongan dengan gejala yg kamu rasakan akhir akhir ini, ini pasti nggak mudah dan butuh perjuangan ya. Banyak orang lain yang terlambat melakukannya sehingga akhirnya terlambat juga mendapatkan pertolongan.

Well... mendengar diagnosis apapun dari dokter termasuk diagnosis F20 (skizofrenia) pasti mengejutkan ya. Jadi kalau kamu merasa sedih, takut, cemas dan bingung itu wajar, alamiah dan manusiawi.

Yang perlu kamu tahu adalah bahwa diagnosis skizofrenia itu bukanlah akhir segalanya, bukan label yang menetap terus dalam hidupmu TAPI suatu petunjuk dan arah bagaimana kamu menjalani proses pemulihan dari gejala yang mengganggumu akhir akhir ini. Diagnosis itu kayak GPS/Google Maps yang mengarahkanmu pada tujuan akhir yang ingin dituju dengan jalur yang paling efektif dan efisien. Daripada muter muter coba sana coba sini yang nggak jelas kan mendingan dikasih tahu rutenya yang sudah terbukti. Yup... bener sudah terbukti bahwa saat orang dengan skizofrenia menjalani proses terapi dan pemulihan maka mereka akan pulih dari gejala, stabil dan kembali berfungsi serta produktif. Jadi ini bukan akhir season hidup kamu tapi sebuah chapter seru dengan berbagai plot twistnya yang perlu dijalani dengan semangat, positif dan optimis. Banyak sekali testimoni dan pengalaman hidup orang dengan skizofrenia yang bisa kembali sekolah, kuliah, bekerja, menghasilkan, berkeluarga, memiliki anak dan meraih mimpi dan cita citanya. Kalau mereka bisa, kamupun tentunya bisa.

Nah sekarang yang penting, ayo kenali penyakit ini dan langkah-langkah pemulihannya.

1. Fase Tenangkan Gejala

- Tujuan: membuat kamu lebih nyaman dan tenang

- Cara: minum obat untuk menenangkan pikiran, memperbaiki tidur, dan mengurangi halusinasi, waham/delusi atau pikiran yang mengganggu.

2. Fase Menstabilkan Kondisi

- Tujuan: memastikan gejala tidak muncul lagi.

- Cara: dosis obat disesuaikan dan tetap diminum teratur, mulai bangun rutinitas, belajar cara mengelola stres.

3. Fase Pemulihan Jangka Panjang

- Tujuan: kembali berfungsi seperti biasa.

- Cara: aktivitas harian perlahan kembali (sekolah, kuliah, kerja, hobi), dukungan keluarga, terapi, rehabilitasi psikososial untuk memulihkan fungsi, menjaga pola hidup sehat

4. Fase Mencegah Kambuh

- Tujuan: tetap stabil, tidak kambuh/relaps

- Cara: minum obat teratur/ suntik jangka panjang, rutin kontrol, kenali tanda-tanda awal kalau kondisi mulai muncul gejala, tetap jalankan pola hidup sehat dan aktivitas harian yang produktif.

Jadi... nggak usah sedih lagi ya. Oh ya kamu juga nggak sendirian kok, ada kami profesional kesehatan jiwa yang siap membantumu, psikiater, perawat jiwa, psikolog, pekerja sosial, dokter umum terlatih, konselor dan terapis okupasi, kami semua mitramu, sahabatmu menjalani proses pemulihanmu ini.

Pesan terakhir nih, jangan lupa gabung juga dengan support group supaya kamu juga melihat banyak orang lain yg juga sedang berjuang bersama, mendengar dan menyaksikan serta belajar pengalaman dari mereka yg sudah lebih dulu menjalaninya.

Selama Tuhan masih ada, matahari masih bersinar dan donat masih bulat... BERJUANG terus untuk kesehatan jiwamu ya !

Salam SEJI-GO

(Sehat Jiwa Bersama Lahargo)

dr.Lahargo Kembaren, SpKJ

(Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor, Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia)

Saya konsultasi ke dokter jiwa dengan menggunakan jaminan BPJS kesehatan, kemudian mendapatkan diagnosa F. 20 yaitu skizofrenia. Apakah benar saya mengalami skizofrenia? Saya sedih mengetahui hal ini

Categories: Apa itu Skizofrenia Stigma

Pertanyaan ini dijawab oleh dokter Lahargo Kembaren SpKj:

Hai, Terima kasih sudah mau bercerita tentang apa yg kamu alami dan rasakan ya. Pertama tama salut untuk kamu yang sudah mau datang ke profesional untuk mendapatkan pertolongan dengan gejala yg kamu rasakan akhir akhir ini, ini pasti nggak mudah dan butuh perjuangan ya. Banyak orang lain yang terlambat melakukannya sehingga akhirnya terlambat juga mendapatkan pertolongan.

Well... mendengar diagnosis apapun dari dokter termasuk diagnosis F20 (skizofrenia) pasti mengejutkan ya. Jadi kalau kamu merasa sedih, takut, cemas dan bingung itu wajar, alamiah dan manusiawi.

Yang perlu kamu tahu adalah bahwa diagnosis skizofrenia itu bukanlah akhir segalanya, bukan label yang menetap terus dalam hidupmu TAPI suatu petunjuk dan arah bagaimana kamu menjalani proses pemulihan dari gejala yang mengganggumu akhir akhir ini. Diagnosis itu kayak GPS/Google Maps yang mengarahkanmu pada tujuan akhir yang ingin dituju dengan jalur yang paling efektif dan efisien. Daripada muter muter coba sana coba sini yang nggak jelas kan mendingan dikasih tahu rutenya yang sudah terbukti. Yup... bener sudah terbukti bahwa saat orang dengan skizofrenia menjalani proses terapi dan pemulihan maka mereka akan pulih dari gejala, stabil dan kembali berfungsi serta produktif. Jadi ini bukan akhir season hidup kamu tapi sebuah chapter seru dengan berbagai plot twistnya yang perlu dijalani dengan semangat, positif dan optimis. Banyak sekali testimoni dan pengalaman hidup orang dengan skizofrenia yang bisa kembali sekolah, kuliah, bekerja, menghasilkan, berkeluarga, memiliki anak dan meraih mimpi dan cita citanya. Kalau mereka bisa, kamupun tentunya bisa.

Nah sekarang yang penting, ayo kenali penyakit ini dan langkah-langkah pemulihannya.

1. Fase Tenangkan Gejala

- Tujuan: membuat kamu lebih nyaman dan tenang

- Cara: minum obat untuk menenangkan pikiran, memperbaiki tidur, dan mengurangi halusinasi, waham/delusi atau pikiran yang mengganggu.

2. Fase Menstabilkan Kondisi

- Tujuan: memastikan gejala tidak muncul lagi.

- Cara: dosis obat disesuaikan dan tetap diminum teratur, mulai bangun rutinitas, belajar cara mengelola stres.

3. Fase Pemulihan Jangka Panjang

- Tujuan: kembali berfungsi seperti biasa.

- Cara: aktivitas harian perlahan kembali (sekolah, kuliah, kerja, hobi), dukungan keluarga, terapi, rehabilitasi psikososial untuk memulihkan fungsi, menjaga pola hidup sehat

4. Fase Mencegah Kambuh

- Tujuan: tetap stabil, tidak kambuh/relaps

- Cara: minum obat teratur/ suntik jangka panjang, rutin kontrol, kenali tanda-tanda awal kalau kondisi mulai muncul gejala, tetap jalankan pola hidup sehat dan aktivitas harian yang produktif.

Jadi... nggak usah sedih lagi ya. Oh ya kamu juga nggak sendirian kok, ada kami profesional kesehatan jiwa yang siap membantumu, psikiater, perawat jiwa, psikolog, pekerja sosial, dokter umum terlatih, konselor dan terapis okupasi, kami semua mitramu, sahabatmu menjalani proses pemulihanmu ini.

Pesan terakhir nih, jangan lupa gabung juga dengan support group supaya kamu juga melihat banyak orang lain yg juga sedang berjuang bersama, mendengar dan menyaksikan serta belajar pengalaman dari mereka yg sudah lebih dulu menjalaninya.

Selama Tuhan masih ada, matahari masih bersinar dan donat masih bulat... BERJUANG terus untuk kesehatan jiwamu ya !

Salam SEJI-GO

(Sehat Jiwa Bersama Lahargo)

dr.Lahargo Kembaren, SpKJ

(Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor, Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia)