Oleh: Iryani Susila Ningsih, pegiat kesehatan jiwa berdomisili di Riau
Memiliki gangguan mental dan penyakit fisik secara bersamaan bukan berarti seseorang harus memilih salah satunya untuk ditangani. Keduanya sama-sama penting.
Yang bisa dilakukan:
1. Tetap berobat untuk keduanya
Jangan menghentikan obat atau pengobatan sendiri hanya karena sedang fokus pada penyakit yang lain.
2. Sampaikan semua kondisi kepada dokter
Dokter perlu mengetahui obat, suplemen, dan penyakit lain yang sedang dimiliki agar pengobatan dapat dipertimbangkan secara menyeluruh.
3. Buat rutinitas yang sederhana
Jadwal makan, tidur, minum obat, aktivitas fisik, dan kontrol akan lebih mudah dijalankan jika dibuat sesederhana mungkin.
4. Jangan menuntut diri terlalu tinggi
Ada hari ketika kondisi mental sedang baik, ada pula hari ketika tubuh lebih lelah. Menyesuaikan aktivitas bukan berarti malas.
5. Perhatikan perubahan tubuh dan pikiran
Perubahan tidur, nafsu makan, energi, suasana hati, atau gejala fisik sebaiknya dicatat dan dibicarakan dengan tenaga kesehatan.
6. Cari dukungan
Keluarga, teman, komunitas, psikolog, psikiater, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya dapat menjadi bagian dari sistem dukungan.
Yang paling penting:
Memiliki penyakit mental sekaligus penyakit fisik bukan berarti hidup berhenti.
Kita tetap bisa belajar mengenali tubuh, merawat kesehatan mental, menjalani pengobatan, melakukan aktivitas yang kita sukai, dan membangun kehidupan yang bermakna.
Tidak harus sempurna.
Yang penting, dirawat sedikit demi sedikit dan tidak menyerah pada diri sendiri