KPSIlogo1
Puskesmas Seyegan Soroti Lonjakan Kasus Kesehatan Jiwa, Tiga Kasus Bunuh Diri Terjadi Awal 2026

by Kapanewon Seyegan | Jun 10, 2026 |

Seyegan – Puskesmas Seyegan menyoroti meningkatnya kasus kesehatan jiwa di Seyegan setelah tercatat tiga kasus bunuh diri terjadi sejak awal tahun 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor (Lokmin Linsek) Triwulan II yang digelar di Ruang Puntadewa Lantai II Kapanewon Seyegan, Rabu (10/6/2026).Kegiatan tersebut dihadiri unsur lintas sektor, mulai dari Panewu dan Kawat Sosial Kapanewon Seyegan, Koramil dan Polsek Seyegan, Korwil Pendidikan, lurah, Ketua Tim Penggerak PKK, Kamituwo, kader kesehatan, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), hingga Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Seyegan.

Dalam forum tersebut, dr. Reni Anjar Asmarani, M.A.R.S., mantan Kepala Puskesmas Seyegan yang kini menjabat Kepala Puskesmas Mlati II, memaparkan capaian kinerja Triwulan I Tahun 2026 beserta sejumlah isu kesehatan prioritas di wilayah Seyegan.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG), program pemeriksaan kesehatan tanpa biaya bagi seluruh kelompok usia masyarakat. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah penduduk Seyegan mencapai 53.607 jiwa, sementara target penerima layanan CKG ditetapkan sebesar 46 persen populasi atau sekitar 24.659 jiwa.

Namun hingga 3 Juni 2026, realisasi program tersebut baru mencapai 1.764 jiwa atau sekitar 6,89 persen dari target.

“Total populasi Seyegan mencapai 53.607 jiwa, sementara target CKG sebesar 46 persen populasi atau sekitar 24.659 jiwa. Namun hingga 3 Juni 2026 capaian baru mencapai 1.764 jiwa atau 6,89 persen,” jelas dr. Reni.

Meski demikian, pembahasan paling menyita perhatian peserta Lokmin Linsek adalah meningkatnya persoalan kesehatan mental masyarakat. Hingga awal Juni 2026, wilayah Seyegan tercatat mengalami tiga kasus bunuh diri, yang diduga dipicu berbagai faktor, mulai dari trauma masa lalu, tekanan sosial, persoalan ekonomi, hingga penyalahgunaan zat adiktif.

Menurut dr. Reni, masyarakat perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang di sekitarnya sebagai langkah deteksi dini terhadap gangguan kesehatan jiwa.

Ia menjelaskan, gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain perubahan suasana hati menjadi murung, menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, gangguan kecemasan, hingga munculnya pembicaraan tentang kematian atau keinginan mengakhiri hidup.

“Gangguan kesehatan jiwa biasanya diawali perubahan perilaku seperti murung, menarik diri, kehilangan minat, gelisah, hingga sering membicarakan kematian,” ungkapnya.

Puskesmas Seyegan menilai penguatan dukungan sosial menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan. Masyarakat diimbau untuk hadir sebagai teman bicara, tidak menghakimi, serta membantu warga yang mengalami tekanan psikologis agar mendapatkan layanan profesional.

“Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar kasus kesehatan jiwa bisa dicegah sejak dini. Jangan sampai masyarakat merasa sendirian menghadapi masalahnya,” tambah dr. Reni.

Sementara itu, Kepala KUA Seyegan, Eddy Hermanta, S.Ag., mengatakan pihaknya turut berkontribusi dalam pencegahan masalah kesehatan mental melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin.

Dalam pembekalan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai ketahanan ekonomi keluarga, pengelolaan konflik rumah tangga, serta pentingnya rasa syukur agar tidak mudah mengalami tekanan psikologis.

“Kami mengingatkan calon pasangan agar tidak mudah membandingkan hidup dengan orang lain dan lebih bersyukur atas apa yang dimiliki. Ketahanan mental dalam keluarga sangat penting,” ujar Eddy.

Melalui Lokmin Linsek Triwulan II ini, Puskesmas Seyegan berharap seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap isu kesehatan jiwa dan memperkuat lingkungan sosial yang aman, sehat, serta saling mendukung. Kegiatan ditutup dengan perkenalan Kepala Puskesmas Seyegan yang baru, dr. Desi Hariyadi.

Sumber: https://seyegan.slemankab.go.id/puskesmas-seyegan-soroti-lonjakan-kasus-kesehatan-jiwa-tiga-kasus-bunuh-diri-terjadi-awal-2026/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *