KPSIlogo1
Layanan Konselor Sebaya

Peer counselor (konselor sebaya) adalah seseorang dari kelompok usia atau lingkungan yang sama (seperti teman sekolah, rekan kerja, atau mahasiswa) yang telah terlatih untuk memberikan dukungan emosional awal. Mereka hadir sebagai "teman bicara" yang siap mendengarkan tanpa menghakimi dan menciptakan ruang aman bagi rekan-rekan mereka.

Berikut adalah rincian peran dan fungsi:
Mendengarkan aktif - Menjadi pendengar yang penuh empati saat teman menghadapi masalah.
Memberikan dukungan emosional - Membantu teman merasa didengar, dipahami, dan tidak sendirian.
Menjaga kerahasiaan - Menjaga privasi cerita atau keluh kesah konseli sesuai kode etik.

Batasan Peer Counselor
Bukan tenaga profesional: Mereka bukan psikolog atau psikiater berlisensi.
Bukan pemberi nasihat: Mereka tidak menggurui atau memaksakan solusi.
Bukan untuk masalah klinis: Jika masalah terlalu berat atau mengarah pada gangguan psikologis, mereka harus merujuk konseli ke tenaga ahli di layanan kesehatan.

Peer Counselor Penyintas - khusus berbagi pengalaman sebagai penyintas masalah kesehatan jiwa dan perjalanan untuk pulih
Peer Counselor Keluarga (caregiver) - khusus untuk berbagi pengalaman sebagai caregiver atau pelaku rawat dari sisi keluarga. Bagaimana mendampingi orang dengan skizofrenia dengan baik dimulai dari lingkungan keluarga menuju pemulihan dan kemandirian.

Layanan ini dibentuk untuk membangun sistem dukungan sosial preventif. Anda dapat memanfaatkan layanan konsultasi sebaya ini melalui perjanjian dengan biaya terjangkau Rp.100.000 per jam secara online melalui aplikasi google meet. Hubungi admin KPSI untuk membuat perjanjiandi hotline 0857-7388-3889.

Anto Sugianto

Memiliki latar belakang pendidikan sastra Inggris, kemudian melanjutkan studi pasca sarjana di Deakin University melalui beasiswa Australia Awards, Anto aktif dalam advokasi kesehatan jiwa di tingkat nasional, regional dan global. Film tentang perjuangan Anto sebagai penyintas masalah kesehatan jiwa telah ditayangkan di berbagai universitas di Eropa dan mendapat sambutan yang hangat dari berbagai kalangan.

Arisyi Zulqisthi

Selain aktif sebagai relawan KPSI yang mengelola toko online, media sosial dan pengelola kegiatan offline, Aris juga memiliki minat dalam bisnis batu alam, kuliner dan seni. Sebagai penyintas, beliau berjuang unuk tetap mandiri. Bahkan aktif berkontribusi di lingkungan tempat tinggalnya sebagai pengurus RT dan aktifitas kemasyarakatan lainnya.

Bagus Utomo

Caregiver buat kakaknya yang mengalami gangguan skizofrenia hampir 30 tahun ini. Beliau dapat memberikan perspektif keluarga yang mendampingi para penyintas skizofrenia. Bagaimana keluarga dapat berperan dalam menciptakan lingkungan kondusif untuk pemulihan orang dengan skizofrenia merupakan salah satu minat beliau.

Yudha Yudhiana

Seorang penyintas skizofrenia yang bekerja sebagai graphic designer paruh waktu dan relawan di KPSI. Beliau juga aktif dalam program siaran radio untuk edukasi kesehatan jiwa dan berbagai aktifitas lainnya. Pengalaman Yudha yang jatuh bangun menghadapi gejala skizofrenia selama bertahun-tahun, dan tetap kembali bangkit pulih kembali dapat menjadi pelajaran berhatga baik bagi para penyintas maupun keluarga yang mendampingi.