Blog

In hac habitasse platea dictumstras sit amet est eget dui viverra scelerisque.
 

Adsense

 
 


Warning: Creating default object from empty value in /home/skizofre/public_html/templates/ja_charity/html/com_content/category/blog_item.php on line 63

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

 

 

Sedang dalam pembangunan.


Warning: Creating default object from empty value in /home/skizofre/public_html/templates/ja_charity/html/com_content/category/blog_item.php on line 63

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Tassa Marita Fitradayanti
29 Jul 2016, 07:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah pakar kesehatan jiwa mendorong pemerintah untuk segera membentuk pusat penelitian kesehatan jiwa, National Institute of Mentah Health (NIMH) di Indonesia.

NIMH merupakan pusat penelitian, pengembangan, dan teknologi untuk mempelajari semua hal mengenai kesehatan jiwa.

"NIMH di rumah sakit jiwa tidak pernah berjalan karena terkendala anggaran dan tenaga kerja,” ujarnya.

Menurut Professor of Medical Anthropology Harvard, Byron j. good, PhD, jumlah psikiater di Indonesia masih sedikit sekali jika dibandingkan dengan negara lain seperti Australia. "Di Yogya itu contohnya, cuma ada 25 psikiater. Padahal di Australia ada 500 psikiater hanya untuk satu provinsi,” katanya.

NIMH sendiri, kata dia, sebenarnya sudah didirikan di Amerika dan jepang berpuluh-puluh tahun yang lalu. Ahli kesehatan jiwa lain, dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, mengatakan, pusat studi ini dibutuhkan di Indonesia karena banyaknya masalah mengenai kesehatan jiwa yang rentan bagi masyarakat Indonesia.

“Ada banyak masalah kesehatan yang berhubungan dengan jiwa di negara ini, seperti misalnya kesehatan jiwa anak, kesehatan jiwa dewasa, kesehatan jiwa perempuan, dan sebagainya,” katanya.

Tak hanya sebagai Pusat studi, NIMH juga bisa dipakai untuk membuat kebijakan kesehatan.

“Ini bukan kesehatan perorangan seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), tapi untuk nasional. Jadi pemerintah yang bertanggung jawab dengan masalah ini sehingga kami sedang berusaha menyusun strategi agar mudah dibaca oleh Presiden," pungkasnya.


Warning: Creating default object from empty value in /home/skizofre/public_html/templates/ja_charity/html/com_content/category/blog_item.php on line 63

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyandang Disabilitas dalam rapat paripurna yang berlangsung pada Kamis. 17 Maret.

Rancangan tersebut akan menjadi undang-undang 30 hari sejak disahkan DPR dengan atau tanpa tanda-tangan presiden.

Keberadaan undang-undang tersebut diharapkan bisa menjamin hak dan kesempatan penyandang disabilitas terpenuhi, mulai dari hak hidup, pekerjaan, pendidikan, hingga akses fasilitas.

 

Read more ...